9701639593031899
Bookmark

Kalsel Bangga! Pengrajin Sasirangan Milenial Sandi Agustinus Jadi Utusan Pertama ke KDEI Taipei Taiwan

 

Kalimantan Selatan kembali menorehkan prestasi mengesankan di kancah internasional. Pengrajin milenial budaya Banjar, Sandi Agustinus, secara resmi menjadi pengrajin pertama dari Kalsel yang mendapat undangan kehormatan dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Taiwan, untuk mempromosikan kain khas Banjar, Sasirangan, dalam agenda budaya Kaohsiung Southeast Asian Culture.

Dalam kegiatan tersebut, Sandi tidak hanya menghadirkan karya-karya terbaiknya, namun juga menjadi narasumber yang memberikan praktik singkat mengenai proses pembuatan Sasirangan kepada para pengunjung.

“Ini kesempatan besar saya untuk menampilkan bahwa Sasirangan bukan sekadar kain, tapi warisan budaya yang memiliki nilai filosofi dan estetika tinggi. Saya ingin dunia tahu bahwa Banjar punya identitas kuat melalui Sasirangan,” ujar Sandi kepada media ini.

Selama lawatan di Taiwan, Sandi juga berkesempatan bertemu langsung dengan Direktur Departemen Pariwisata dan Transportasi KDEI Taipei, Ruth Evelin Pasaribu.

Yang mana pertemuan tersebut membahas pencapaian pameran, lokakarya evaluasi pengenalan Sasirangan di beberapa sekolah Taiwan, serta rencana tindak lanjut untuk mengembangkan paket wisata edukasi budaya Banjar.

Sandi menilai antusiasme pengunjung terhadap Sasirangan di Kaohsiung sangat luar biasa.

“Alhamdulillah, seluruh barang yang saya pamerkan habis terjual. Banyak pengunjung yang tertarik karena motif Sasirangan tergolong unik dan punya karakter kuat. Mereka antusias bertanya tentang makna warna, motif, hingga proses pembuatannya,” jelasnya.

Menurut Sandi dengan adanya, undangan resmi dari KDEI Taipei ini menjadi pembuka jalan untuk memperluas pasar Sasirangan sekaligus memperkenalkan budaya Banjar ke tingkat global.

“Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi kebanggaan untuk seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. Saya berharap langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi para pengrajin muda lainnya agar terus berinovasi dan percaya diri membawa budaya daerah ke luar negeri,” ungkapnya.

Ke depan, Sandi memiliki harapan besar agar seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi memperkuat posisi Sasirangan di pasar internasional.

“Saya berharap pemerintah daerah, komunitas budaya, sejarawan, pelaku UMKM, hingga dunia usaha bisa bekerja bersama. Dukungan pentahelix sangat penting agar Sasirangan tidak hanya dikenal sebagai kain tradisional, tetapi menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing global,” harapnya.

Dengan lawatan ini, Sandi Agustinus tidak sekadar membawa Sasirangan melanglang ke negeri orang, tetapi juga membawa identitas budaya Banjar untuk berdiri sejajar dengan karya-karya etnik dari berbagai negara. Yang mana ini menjadi bukti bahwa kreativitas anak muda Kalsel mampu menembus panggung internasional.

Posting Komentar

Posting Komentar