9701639593031899
Bookmark

DPR RI Apresiasi Diklat PPIH Arab Saudi, Dorong Peningkatan Profesionalisme Pelayanan Haji


Visitbanjar.com, JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 Hijriah/2026 M. Kegiatan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wahid, menegaskan bahwa diklat PPIH menjadi fondasi penting dalam menyiapkan petugas haji yang profesional, kompeten, serta siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Diklat ini memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pelayanan jemaah haji Indonesia,” ujar Abdul Wahid.

Menurutnya, seluruh petugas PPIH Arab Saudi yang diangkat dan ditetapkan oleh Menteri wajib memperoleh pembekalan yang komprehensif sebelum bertugas. Pembekalan tersebut mencakup aspek pembinaan, pelayanan, perlindungan jemaah, serta pengendalian dan koordinasi operasional penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi.

Abdul Wahid menjelaskan, tujuan utama diklat ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petugas agar mampu menjalankan tugas secara efektif, efisien, dan profesional.

“Peningkatan kapasitas petugas akan berdampak langsung pada kinerja individu sekaligus kinerja Kementerian Haji dan Umrah secara keseluruhan. Diklat ini juga menjadi sarana pengembangan potensi diri petugas dalam menghadapi dinamika dan tantangan selama bertugas di Arab Saudi,” jelasnya.

Ia berharap seluruh petugas PPIH dapat fokus menjalankan tugas pokok dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan yang aman, nyaman, dan berkeadilan, sehingga jemaah haji dapat beribadah dengan khusyuk dan meraih predikat haji mabrur.

Selain itu, Abdul Wahid menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan ibadah haji agar sesuai dengan standar pelayanan di berbagai sektor, mulai dari penerbangan, akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga keamanan.

Dalam pesannya kepada para petugas haji, ia mengingatkan bahwa melayani jemaah merupakan amanah sekaligus tugas mulia yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab.

“Utamakan melayani jemaah haji. Bangun koordinasi dan kerja sama dengan sesama petugas ketika menghadapi kesulitan. Jika terdapat persoalan yang membutuhkan penanganan cepat, segera laporkan kepada pimpinan,” pesannya.

Ia juga menegaskan bahwa tugas PPIH menuntut kecepatan, ketepatan, kesabaran, serta empati yang tinggi dalam melayani jemaah.

“Jika jemaah yang dibantu adalah orang tua, anggaplah mereka sebagai orang tua kita sendiri. Jika sebaya, anggaplah sebagai saudara. Dengan empati dan keikhlasan, pelayanan kepada jemaah akan menjadi ibadah yang bernilai tinggi,” pungkas Abdul Wahid. (KEMENTERIAN HAJI)

Posting Komentar

Posting Komentar