Visitbanjar.com, JAKARTA – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar menerima audiensi penyanyi Indonesia Saniyah bersama Kevin Hermanto, CEO & Founder Big Ground Entertainment, di Kantor Kementerian Ekraf, Autograph Tower, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi musik Indonesia–Korea Selatan (Korsel), pengembangan talenta berbasis panggung, serta penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual (intellectual property/IP) bagi musisi Indonesia.
Dalam audiensi itu, Wamen Ekraf menekankan pentingnya model kolaborasi internasional yang setara dan berkelanjutan. Menurutnya, kerja sama lintas negara tidak hanya bertujuan membuka akses pasar global, tetapi juga harus mampu memperkuat posisi musisi Indonesia serta menjamin perlindungan hak cipta karya.
“Kolaborasi dengan Korea Selatan bisa menjadi entry point yang kuat bagi musisi Indonesia untuk naik kelas secara global. Namun, kolaborasi harus dibangun secara seimbang agar memberikan manfaat jangka panjang bagi talenta Indonesia,” ujar Irene Umar.
Ia menilai Korea Selatan unggul dari sisi ekosistem industri musik dan pemahaman lisensi, sementara Indonesia memiliki kekuatan pada besarnya basis pasar dan jumlah pendengar. Sinergi kedua negara dinilai berpotensi melahirkan kerja sama yang saling menguntungkan.
Selain itu, Irene Umar juga menekankan pentingnya membuka lebih banyak panggung bagi musisi pendatang baru melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, sebagai upaya mendukung keberlanjutan karier talenta lokal.
Sejalan dengan hal tersebut, CEO & Founder Big Ground Entertainment Kevin Hermanto memaparkan konsep Veiled Cup sebagai format pencarian bakat yang mengedepankan prinsip keadilan dan objektivitas. Dalam kompetisi ini, identitas visual peserta disamarkan sehingga penilaian juri dilakukan murni berdasarkan kualitas vokal.
“Melalui konsep veil, juri hanya mendengarkan suara tanpa mengetahui identitas peserta. Bahkan dalam pelaksanaannya, juri dan peserta tidak berada di ruang yang sama. Ini kami lakukan untuk memastikan proses yang adil,” jelas Kevin.
Keberhasilan Veiled Cup mendorong pengembangan lanjutan bagi para pemenang, termasuk peluang kolaborasi antara musisi Indonesia dan Korea Selatan dalam produksi lagu serta penulisan karya bersama. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat posisi talenta lokal di kancah global.
Saniyah sendiri merupakan salah satu talenta Indonesia yang telah menorehkan prestasi internasional, di antaranya melalui ajang Asia’s Got Talent 2019 serta partisipasinya dalam Veiled Cup Korea Selatan. Capaian tersebut menjadi bukti potensi musisi Indonesia untuk bersaing di panggung global.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan talenta musik Indonesia yang berkelanjutan, dengan dukungan pemerintah dalam membuka panggung, memperluas kolaborasi internasional, serta memastikan perlindungan hak cipta bagi musisi Tanah Air. (Ilh/Kemenkraf RI)







